gasingnews.id,MAKASSAR – Ironi paling pahit itu kini menghantam wajah institusi. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, justru terseret dalam pusaran kasus peredaran sabu yang seharusnya ia berantas. Ia bersama seorang personel berinisial N yang menjabat sebagai Kanit telah ditempatkan khusus (Patsus) untuk pemeriksaan internal.

‎Kabar ini dibenarkan Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Zulham Efendy.

‎“Iya benar, kita sudah melakukan Penempatan Khusus (Patsus) untuk pemeriksaan awal,” ujarnya, Minggu (22/2).

‎Kasus ini mencuat setelah aparat Polres Tana Toraja menangkap pria berinisial ET alias O dengan barang bukti sabu seberat 100 gram. Namun yang lebih mengejutkan adalah pengakuan ET: ia mengaku menyetor Rp13 juta setiap pekan sejak September 2025 kepada oknum aparat di Polres Toraja Utara.

‎Jika pengakuan itu benar, maka selama berbulan-bulan praktik “setoran” diduga berjalan mulus. Angkanya bukan recehan. Skemanya bukan kebetulan. Ini dugaan praktik terstruktur yang mencoreng sumpah jabatan dan menghancurkan kepercayaan masyarakat.

“Ini akan diselidiki lebih lanjut, sejauh apa keterlibatan dan masing-masing perannya,” kata Zulham.

‎Kasat Narkoba adalah simbol perang terhadap barang haram. Ketika jabatan itu justru disebut dalam aliran setoran, publik berhak marah. Bagaimana mungkin jaringan narkoba bisa ditekan jika diduga ada perlindungan dari dalam?

‎Kasus ini bukan sekadar pelanggaran etik. Jika terbukti, ini adalah pengkhianatan terhadap institusi dan masyarakat Toraja Utara yang selama ini berharap aparat menjadi benteng, bukan bagian dari masalah.

‎Propam Polda Sulsel menegaskan tak akan memberi ruang bagi anggota yang bermain dalam pusaran narkoba.

‎“Intinya tidak ada tempat untuk oknum main-main apalagi persoalan narkoba,” tegas Zulham.

‎Kini bola panas ada di tangan penyidik internal. Masyarakat menunggu bukan hanya Patsus, tetapi proses hukum transparan dan tegas. Jika tidak, slogan perang terhadap narkoba hanya akan terdengar nyaring di spanduk—namun hampa di lapangan.

‎Sumber: CNN Indonesia