gasingnews.id, Sigi – Tragedi memilukan menimpa seorang petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Seorang pria berinisial MS (34) ditemukan tewas setelah diterkam ular piton sepanjang sekitar lima meter di kebunnya, kawasan pegunungan Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan. Korban diduga diserang saat sedang beristirahat untuk makan siang.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/1/2026) pagi ketika korban pergi seorang diri ke kebun miliknya. Hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga yang cemas kemudian mengajak warga menyusul ke lokasi.

‎“Korban ditemukan di TKP sekitar pukul 21.00 Wita. Waktu itu warga langsung naik ke lokasi kebun” ujar Kepala Desa Bangga, Abrar Ganasatu, kepada wartawan, Jumat (30/1/2026), dikutip dari detik.com.

Saat ditemukan, pemandangan mengerikan terpampang di hadapan warga. Tubuh korban sudah terlilit ular piton, bahkan setengah badan telah ditelan hewan melata tersebut. Warga yang panik bergegas menolong dengan cara menebas ular itu.

‎“Ular masih ada di lokasi. Dari kepala sampai bagian bawahnya masih terlihat” ungkap Abrar.

‎Ayah korban disebut menjadi orang pertama yang nekat menebas ular piton tersebut. Setelah ditebas, ular itu memuntahkan tubuh korban yang sudah dalam kondisi kaku dan tak bernyawa.

“Menurut keterangan keluarga, tubuh korban sudah sampai di leher. Saat ayahnya datang, ular masih hidup dan sedang menelan korban, lalu ditebas” jelas Abrar.

‎Abrar menduga MS diserang secara tiba-tiba saat sedang beristirahat dan hendak makan. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya bekal makanan korban di sekitar lokasi kejadian.

‎“Kemungkinan korban sedang istirahat dan mau makan, lalu tiba-tiba diserang dari arah kepala,” katanya.

Serangan mendadak itu membuat korban diduga tak sempat melawan.

‎“Diduga ular menghantam kepala korban terlebih dahulu sehingga korban langsung tak berdaya,” tambahnya.

Jenazah MS baru bisa dievakuasi ke rumah duka pada Kamis (29/1/2026) pagi**. Korban kemudian dimakamkan di pekuburan keluarga sekitar **pukul 12.00 Wita, usai salat Zuhur.

‎Tragedi ini semakin menyayat hati karena korban meninggalkan seorang istri yang tengah hamil muda, usia kandungan dua bulan.

“Korban meninggalkan istri yang sedang hamil dua bulan,” kata Abrar.

Ia menambahkan, mayoritas warga Desa Bangga bekerja sebagai petani dan pekebun. Aktivitas berkebun di kawasan pegunungan membuat warga kerap berhadapan dengan satwa liar, termasuk ular piton.

“Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi. Tahun lalu ada warga yang dililit ular, tapi bisa selamat karena ada temannya. Mungkin kali ini yang paling fatal dan viral” pungkasnya.