
gasingnews.id, TANA TORAJA – Kabar yang berpotensi mengubah tata niaga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram mulai mencuat. Pemerintah disebut akan menerapkan skema baru penyaluran LPG bersubsidi pada 2027, di mana distribusi tabung gas melon tidak lagi berpusat melalui pangkalan, melainkan melalui Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di desa-desa.
Informasi tersebut disampaikan Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, saat mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Inflasi di Ruang Rapat Bupati Tana Toraja, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Zadrak memaparkan hasil pertemuannya bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang dihadiri oleh 23 pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di Makassar beberapa waktu lalu.
“Tahun 2027 nanti penyaluran gas subsidi 3 kilogram sudah melalui Koperasi Merah Putih. Artinya, nantinya agen akan langsung mendistribusikan tabung LPG ke Koperasi Merah Putih yang berada di desa-desa sesuai wilayah distribusinya,” ujar Zadrak.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengubah rantai distribusi LPG subsidi yang selama ini melibatkan pangkalan sebagai ujung tombak penyaluran kepada masyarakat.
Jika kebijakan itu benar-benar diterapkan secara nasional, maka koperasi desa diproyeksikan menjadi titik distribusi resmi LPG subsidi 3 kilogram. Sementara itu, peran pangkalan LPG yang selama ini menjadi mata rantai distribusi diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan, bahkan berpotensi berkurang.
Meski demikian, hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci mengenai mekanisme pelaksanaan, masa transisi, maupun nasib pangkalan LPG yang telah beroperasi selama bertahun-tahun apabila skema baru tersebut mulai diberlakukan pada 2027.
Pemerintah diharapkan segera menerbitkan petunjuk teknis dan regulasi resmi agar seluruh pelaku usaha distribusi LPG, termasuk agen dan pangkalan, memiliki kepastian dalam menghadapi perubahan kebijakan tersebut.
Apabila kebijakan ini direalisasikan, maka distribusi LPG subsidi di Indonesia akan memasuki babak baru dengan menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai simpul utama penyaluran gas bersubsidi hingga ke tingkat desa.

Leave a Reply