gasingnews.id, PINRANG – Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan memperoleh informasi. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, perkembangan AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama bagi anak-anak yang semakin akrab dengan internet dan media digital. Kondisi ini menuntut hadirnya edukasi literasi digital sejak usia dini agar teknologi dimanfaatkan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
‎
‎Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Etika dan Bahaya Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Sejak Dini” di SD Negeri 174 Pinrang. Kegiatan yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI ini bertujuan membangun pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan sekaligus menanamkan kesadaran tentang etika dan risiko penggunaan teknologi digital.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep AI melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Mahasiswa menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi yang mampu membantu manusia dalam berbagai aktivitas, seperti mencari informasi, membuat gambar, maupun menjawab pertanyaan. Namun, siswa juga diberikan pemahaman bahwa AI bukanlah sumber kebenaran mutlak sehingga setiap informasi yang dihasilkan perlu diperiksa kembali sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
‎
‎Materi pembelajaran dikemas secara interaktif dengan menghadirkan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak mengenali ciri-ciri gambar dan video hasil AI, memahami pentingnya memperhatikan detail visual maupun tulisan, serta membiasakan diri untuk berpikir kritis terhadap berbagai informasi yang ditemukan di internet.
‎
‎Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengedukasi peserta mengenai berbagai bentuk ancaman di ruang digital. Siswa dikenalkan pada modus penipuan melalui tautan mencurigakan, iming-iming hadiah gratis, hingga informasi palsu (hoaks) yang kerap beredar di media sosial. Mereka diajak memahami pentingnya meminta pendapat guru atau orang tua ketika menemukan informasi yang diragukan kebenarannya.
‎
‎Suasana pembelajaran berlangsung aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan dialogis tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman siswa sekaligus melatih keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat.
‎
‎Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung penguatan literasi digital di lingkungan sekolah dasar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan menggunakan perangkat digital perlu diimbangi dengan kecakapan berpikir kritis, kemampuan memverifikasi informasi, serta pemahaman mengenai etika dalam memanfaatkan teknologi.
‎
‎Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap edukasi ini dapat menjadi bekal awal bagi siswa SD Negeri 174 Pinrang dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Dengan pemahaman yang benar sejak dini, anak-anak diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai sarana belajar dan berkreasi tanpa mengabaikan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kehati-hatian dalam menyikapi informasi digital.

‎Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Edukasi literasi AI di tingkat sekolah dasar menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.