
gasingnews.id,Jakarta – Misteri data langkah kaki di smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan akhirnya terungkap. Smartwatch yang sempat mencatat 13.647 langkah usai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dipastikan bukan berasal dari aktivitas setelah kecelakaan.
Dirangkum detikcom, Rabu (21/1/2026), keluarga Farhan sebelumnya menyebut smartwatch korban masih aktif dan terhubung ke ponselnya. Data tersebut menimbulkan harapan karena diduga menunjukkan adanya pergerakan.
Ponsel Farhan ditemukan oleh tim SAR dan diserahkan kepada keluarga pada Sabtu (17/1). Informasi soal smartwatch aktif disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan, kakak dari Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan, yang berada di lokasi pencarian.
Basarnas membenarkan adanya data aktivitas pada smartwatch Farhan. Namun, tim SAR memastikan tidak ada suara minta tolong atau tanda kehidupan saat ponsel ditemukan di lokasi.
Staf SMC Basarnas, Arman, menjelaskan ponsel tersebut kemudian diserahkan ke Polda Sulsel untuk dibuka karena terkunci. Setelah berhasil dibuka, diketahui bahwa data langkah kaki tersebut berasal dari beberapa bulan lalu saat Farhan masih berada di Yogyakarta, bukan setelah kecelakaan.
Basarnas menegaskan data tersebut tidak bisa dijadikan bukti adanya tanda kehidupan. Keluarga Farhan telah menerima penjelasan itu dan memahami kesalahpahaman yang sempat terjadi.
Pencarian korban masih terus dilakukan dengan mengerahkan pesawat dan helikopter, sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Sumber: detik.com

Leave a Reply