
gasingnews.id, PINRANG – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian sejak usia dini menjadi fokus program kerja yang digagas Muh. Alfat Ilham, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Tahun 2026. Melalui kegiatan bertajuk “Gerakan Menanam Sejak Dini dan Pengenalan Pertanian Modern Berbasis Urban Farming”, Ilham mengajak siswa SDN 174 Pinrang, Lingkungan Sarempo, Desa Siparappe, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, memahami pentingnya pertanian sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan.
Program edukatif tersebut tidak hanya memperkenalkan konsep dasar bercocok tanam, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan melalui pendekatan pembelajaran yang bersifat partisipatif. Para siswa diajak memahami bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi ke dalam dua materi utama, yakni gerakan menanam sejak dini dan pengenalan pertanian modern berbasis urban farming. Pada sesi pertama, siswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya budaya menanam sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Pengetahuan tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam.
Pendekatan tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai pengelolaan limbah melalui prinsip reuse, sekaligus menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi media tanam yang bernilai guna. Melalui praktik sederhana ini, siswa diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular dan pentingnya mengurangi limbah sejak usia sekolah dasar.

Materi berikutnya mengulas konsep urban farming sebagai inovasi pertanian yang mampu menjawab keterbatasan lahan di kawasan permukiman. Siswa dikenalkan dengan berbagai metode budidaya modern, seperti hidroponik, vertikultur (vertical culture), serta kebun atap (rooftop garden). Beragam metode tersebut diperkenalkan sebagai alternatif bercocok tanam yang mudah diterapkan di lingkungan rumah, bahkan pada lahan yang terbatas.
Menurut Muh. Alfat Ilham, pengenalan pertanian modern sejak dini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini semakin berkembang dengan dukungan inovasi dan teknologi.
“Program ini kami laksanakan agar anak-anak mengenal pertanian sejak dini sekaligus memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam serta pengenalan urban farming diharapkan mampu mendorong mereka mulai menanam di rumah dan memanfaatkan lahan sempit secara produktif,” ujar Ilham.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para siswa mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik menanam, dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Interaksi aktif selama kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman sekaligus ketertarikan peserta terhadap isu pertanian dan lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membangun literasi lingkungan dan pertanian di kalangan anak-anak. Diharapkan, gerakan menanam sejak dini menjadi fondasi lahirnya generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern secara bijak, serta berperan aktif mendukung ketahanan pangan di masa depan.

Leave a Reply