
gasingnews.id,TANA TORAJA – Ratusan personel Polres Tana Toraja menjalani pemeriksaan mendadak berupa tes urine dan pengecekan senjata api (senpi) dinas, Senin (09/03/2026). Langkah tegas ini dilakukan sebagai upaya “bersih-bersih” internal guna memastikan tidak ada personel yang terlibat penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran disiplin.
Sebanyak 212 personel, mulai dari pejabat utama (PJU), anggota Polres hingga personel dari seluruh polsek jajaran, satu per satu mengikuti pemeriksaan di halaman apel Mapolres Tana Toraja. Selain tes urine, senjata api dinas yang mereka pegang juga diperiksa secara detail, mulai dari kondisi fisik, kebersihan, hingga kelengkapan administrasinya.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, menegaskan bahwa kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) ini merupakan langkah preventif untuk memastikan integritas dan profesionalitas anggota di lapangan.
“Kegiatan Gaktibplin ini bertujuan mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian serta memastikan kelayakan penggunaan senjata api oleh setiap personel,” ujar Budi Hermawan.
Tes urine dilakukan secara menyeluruh dengan pengawasan ketat. Seksi Propam bekerja sama dengan Dokkes Polres Tana Toraja untuk melakukan analisis terhadap seluruh sampel urine yang diambil dari personel.
Hasilnya, seluruh anggota yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
“Dari hasil pemeriksaan urine, tidak ditemukan personel yang positif menggunakan narkoba. Seluruhnya negatif,” tegas Kapolres.
Pada saat bersamaan, tim juga melakukan pengecekan senpi dinas milik anggota. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi senjata, kelayakan penggunaan, serta kelengkapan administrasi sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Menurut Kapolres, pemeriksaan berkala seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalitas aparat kepolisian.
“Pemeriksaan rutin ini adalah langkah preventif untuk memastikan setiap anggota Polri tetap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab saat menjalankan tugas,” pungkasnya.
Langkah pengawasan internal ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa institusi kepolisian tidak memberi ruang bagi pelanggaran disiplin, terutama terkait narkoba dan penggunaan senjata api, yang dapat mencoreng kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Leave a Reply