
gasingnews.id,Jakarta – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro menilai lemahnya permintaan kredit menjadi penyebab utama likuiditas besar yang digelontorkan pemerintah dan BI belum terserap optimal ke sektor riil. Menurutnya, penambahan uang primer (M0) tidak otomatis mendorong kredit jika sisi permintaan masih lemah.
Hal itu disampaikan Solikin saat fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026). Ia menjelaskan, meski pemerintah telah menempatkan dana Rp 276 triliun di bank BUMN dan BI menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp 397,9 triliun, pertumbuhan kredit sepanjang 2025 hanya mencapai 9,69% secara tahunan.
Solikin menekankan, dorongan pembiayaan dari sisi penawaran harus dibarengi penguatan permintaan. Karena itu, upaya debottlenecking dunia usaha dinilai penting untuk meningkatkan penyerapan kredit dan menggerakkan ekonomi.

Leave a Reply